By E Arifin, SE
Beberapa tahun yang lalu, berawal dari pengalaman pribadi dalam Hypnotherapy, dengan memanfaatkan efek gelombang energi, olah pernafasan, relaksasi dan kepercayaan diri. E. Arifin, SE, mulai membuka Self Motivation and Intuition Therapy. Alhamdulillah atas ridho NYA ribuan orang telah merasakan manfaat Self Motivation and Intuition Therapy dalam mengatasi berbagai macam penyakit lahir maupun bathin.
Hypnotherapy yang dikembangkan ini telah membantu ribuan orang memecahkan masalah psikisnya. Di berbagai literature medis mengatakan “ bahwa penyakit yang ada sekarang ini adalah 99,9 % penyakit disebabkan oleh psikis”. Walaupun secara generik seseorang sudah menderita salah satu penyakit, maka peran psikis sangat besar menjadi pemicunya. Melalui Self Motivation and Intuition Therapy, maka secara otomatis dan tanpa disadari telah dilakukan rehabilitasi mental pasien oleh para terapiest SMI Centre. Saat ini E Arifin SE dan Team SMI Centre mendedikasikan seluruh waktunya untuk pengembangan metode therapy dan membantu para pasien yang terus berdatangan dari berbagai penjuru kota besar Indonesia.
Selama 2 tahun E. Arifin, SE mendapat bimbingan langsung sebagai Motivator dari Master Trainer Malaysia GK. Lim dan selama 4 tahun E. Arifin, SE dipercaya sebagai Motivator sebuah Perusahaan Multi Level Marketing di Indonesia. Dan atas permintaan para pasien yang telah merasakan manfaat dari Self Motivation and IntuitionTherapy, maka mulai awal tahun 2007 E. Arifin, SE bersama Team Trainer SMI membuka Public seminar / Self Motivation and Intuition Training di berbagai Kota Besar di Indonesia.
Rangkaian Training yang sudah dilakukan oleh E. Arifin, SE & Team Trainer SMI Centre di berbagai Kota Besar Indonesia saat ini telah mencapai 90 Angkatan dengan latar belakang peserta training dari berbagai kalangan lapisan masyarakat lintas profesi.
|
|
Hipnosis adalah “ The Art Of Subconscious Communication “, jadi intinya hipnosis adalah seni berkomunikasi. Pada zaman Nabi Adam AS seni berkomunikasi sudah tercipta, ketika Nabi Adam AS tergelincir oleh rayuan syetan yang penuh dengan nilai seni berkomunikasi yang sangat hebat. Sehingga Nabi Adam AS terpengaruh oleh kata-kata syetan untuk memetik dan memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah SWT.
Kaitannya dengan ibadah, seni berkomunikasi ini dapat kita temukan dalam Rukun Islam yang pertama, yaitu syahadat. Dengan membaca dua kalimat syahadat, sebenarnya kita sedang melakukan seni berkomunikasi dengan Sang Pencipta secara langsung. Kenapa demikian ? Karena dalam komunikasi tersebut kita tidak hanya mengucapkan syahadat itu secara lisan melainkan ada kaitan emosional yang lebih erat lagi dengan Allah SWT. Kelangsungan seni berkomunikasi ini dipengaruhi oleh faktor perasaan, keyakinan, dan keimanan setiap individu. Ketiga factor tersebut ada dalam ruang lingkup seni berkomunikasi melalui Sub Conscious.
Ditemukan pula seni berkomunikasi ini dalam urutan terakhir dalam sholat kita, yaitu tertib. Tata cara sholat kita diatur sedemikian rupa sehingga mulai dari takbiratul ihrom sampai dengan salam memiliki nilai yang sangat fundamental dengan seni berkomunikasi. Dalam hal ini, terdapat muatan-muatan pahala seperti do’a yang terlontar dengan seninya. Seni berdzikir yang terdapat dalam Surat Al Fatihah seyogyanya dilantunkan secara tartil, sehingga kualitas seni berkomunikasi yang ada pada sholat kita akan direspon positif oleh Allah SWT sesuai dengan yang diinginkan.
Tercatat dalam risalah Nabi Muhammad SAW bahwa dalam salah satu riwayat diceritakan ada seorang yang bernama Datsur yang bermaksud ingin membunuh Rasul dengan menghunus pedangnya yang begitu tajam seraya berkata : “ Siapa lagi yang akan menolangmu Muhammad?” Nabi Muhammad SAW menjawab: “ Allah SWT”. Seketika itu pedang Datsurpun terjatuh akibat kekuatan yang dihasilkan dalam seni berkomunikasi yang lembut dan begitu santun yang terlontar dari lisan Nabi Muhammad SAW.
Melihat uraian diatas bahwa hipnosis tidak secara harpiah tertulis, melainkan makna hipnosis sebagai seni berkomunikasi sudah berulang-ulang diceritakan di semua aspek kehidupan yang ada pada sudut pandang islam.
Pasa saat ini masyarakat luas lebih mengenal seni berkomunikasi dengan sebutan Hipnosis yang didasarkan pada sejarah-sejarah yang berasal dari barat sehingga terciptalah dalam benak masyarakat luas akan perkembangan seni berkomunikasi syarat akan atmosfer barat mengenai penjelasan yang dilontarkan secara ilmiah kaitannya dengan alam bawah sadar kita. Hal ini diuraikan dengan dalih penemuan yang dikemukakan oleh beberapa ilmuan atau praktisi yang berkecimpung dalam mempopulerkan keilmuan Hipnosis.
Hipnosis adalah suasana pikiran ketika pikiran sadar kita ada dalam keadaan “trance” dan sugesti diberikan secara langsung kepada pikiran bawah sadar yang tidak menolak namun hanya menerima sugesti sebagaimana adanya.
Dalam keadaan terhipnosis, kita tidak tertidur, tidak bangun, dan juga bukan tidak sadar; dalam kenyataannya pikiran kita justru lebih siaga dan benar-benar sadar akan keadaan sekeliling kita. Raga kita mengalami relaksasi secara penuh.
Sebenarnya, secara tidak sadar, beberapa kali kita menghipnosis diri kita sendiri setiap hari ketika sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan hipnosis raga kita belajar rileks – jika tidak, mungkin kita telah lama mati akibat stress.
Ilmu Hipnosis ibarat pisau apabila digunakan untuk memasak maka pisau itu bermanfaat, sebaliknya apabila digunakan untuk kejahatan maka berbahayalah pisau tersebut
Apakah berbahaya orang yang di hipnosis itu ? Jawabannya “tidak” kenapa ???...
Karena dalam keadaan ter-hipnosis, seseorang berada dalam keadaan yang sangat nyaman dan rileks hingga tidak berdampak negatif pada organ-organ tubuh.
|

E. Arifin, SE dan Team Trainer SMI saat melakukan metoda kecerdasan kepada siswa/i SMPN 13 Bandung. Melalui Metoda Kecerdasan SMI, maka kemampuan belajar, daya ingat, daya analisa siswa/i meningkat sampai 300 %. Hal ini terbukti dari rata-rata NEM SMPN 13 Bandung tahun 2006 adalah 7,2 meningkat menjadi 8,7 di tahun 2007. Hal ini tak lepas dari bimbingan orang tua, guru, dan Metoda Kecerdasan SMI.
E. Arifin, SE, Team Trainer SMI, MIT Event Organizer Medan berfoto bersama dengan pimpinan GAN Sibolangit – Medan. Proses Hypnotherapy dilakukan melalui relaksasi, olah pernafasan, transfer energi alam dengan menggunakan efek gelombang otak dengan eksporasi kedua fungsi otak sehingga dapat membantu melepaskan ketergantung-an NARKOBA.
Mitos tentang Hipnosis
Kebanyakan orang berpendapat bahwa dalam keadaan terhipnosis seseorang akan menyingkapkan semua rahasianya dan pelaku hipnosis akan dapat menyalahgunakannya pada kemudian hari. Ini tidak benar karena dalam keadaan terhipnosis pikiran kita lebih siaga dan waspada dan tidak akan menyingkap informasi yang tidak ingin diungkapkan.
Ada sebuah mitos atau ketakutan, khususnya di antara kaum wanita, bahwa pelaku hipnosis akan menggerayangi tubuhnya ketika ada di bawah pengaruh hipnosis. Ini tidak benar. Seseorang yang sedang terhipnosis tetap menguasai dirinya sepenuhnya dan setiap saat bisa melepaskan diri dari pengaruh hipnosis apabila dia tidak menyukai sugesti-sugesti yang diberikan pelaku hipnosis.
Sebagian orang berkeyakinan bahwa orang yang terhipnosis menjadi tidak sadar dan tidak bisa melepaskan diri sendiri dari pengaruh hipnosis. Ini mitos yang keliru dan tidak ada orang yang terhipnosis menjadi kehilangan kesadarannya. Sebagian orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membebaskan diri dari pengaruh hipnosis dikarenakan fakta bahwa mereka menikmati suasana rileks yang ditimbulkan hipnosis itu.
Mereka bisa membebaskan diri atas kemauannya sendiri bilamana mereka memang telah ingin bebas dari pengaruh hipnosis
Enam Langkah Menggunakan Alam Bawah Sadar
1. Anda harus mengetahui bahwa segala hal yang anda lihat, anda dengar, anda cium baunya, anda rasakan, anda sentuh atau anda pikirkan menjadi bagian yang permanen dari diri anda.
2. Anda harus mengetahui bahwa alam bawah sadar menanggapi rangsangan bukan tekanan.
3. Anda harus ingat bahwa anda bisa membodohi atau menyesatkan alam bawah sadar.
4. Jangan membawa masalah ke tempat tidur.
5. Harapkan keuntungan positif dan jawaban positif terhadap pertanyaan apapun yang anda miliki.
6. Anda harus menyiapkan pulpen dan kertas tulis atau tape recorder di dekat tempat tidur.
Ada tiga fase utama dalam hypnosis
· Fase tidur lethargis atau tidur hipnosis ringan
Dalam tahap ini kita akan mengalami suasana setengah tidur dan senyap, dan kita akan merasa amat santai dan nyaman. Kita diminta untuk memvisualisasikan kejadian-kejadian; kejadian - kejadian lampau dapat diingat kembali dan sugesti diberikan.
· Fase halusinasi atau fase medium
Apabila relaksasi yang dialami di bawah fase lethargik berlanjut, pelaku hipnosis memberikan saran-saran atau sugesti lebih jauh untuk mengantar kita ke fase halusinasi ini – dalam tahap ini visualisasi menjadi lebih akurat dan orang yang terhipnosis bisa disuruh melupakan trauma masa lampau atau menghentikan kecanduan atau menghapuskan trauma dan kecanduan dari memori kita.
|